Editorial Policies

Focus and Scope

Fokus dan cakupan Jurnal Walennae adalah artikel ilmiah yang memuat hasil penelitian, gagasan konseptual, serta kajian dan aplikasinya tentang arkeologi khususnya atau unsur-unsur budaya yang memiliki keterkaitan dengan kearkeologian.

 

Focus and stages of the Walennae Journal are scientific articles that contain the results of research, ideas, and studies and their application on individual or non-cultural archaeology that are related to archaeology.

 

Section Policies

Articles

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed
 

Peer Review Process

Reviewer atau Mitra Bestari jurnal Walennae berkompeten dalam bidang arkeologi, sejarah, etnografi, antropologi, dan ilmu pendukung lainnya yang berkaitan dengan manusia dan kebudayaan, serta mampu bekerja secara profesional  dengan menjunjung tinggi kode etika publikasi ilmiah sebagai Reviewer. Proses Peer-review naskah Walennae ialah sebagai berikut:

  1. Reviewer melakukan review (proses penelaahan) naskah sesuai dengan bidang keilmuannya. Apabila naskah tidak sesuai dengan bidang kompetensinya, berhak menolak untuk proses review dan dialihan ke reviewer lain yang lebih kompeten.
  2. Proses review menggunakan double blind review, yaitu reviewer tidak mengetahui identitas penulis, begitupun sebaliknya.
  3. Proses review satu naskah dilakukan setidaknya oleh dua reviewer dan proses tahapannya dilakukan dengan sistem E-Journal.
  4. Reviewer melakukan review naskah dalam jangka waktu maksimal 3 minggu sejak naskah diterima. Proses review berdasarkan substansi naskah (kualitas artikel), antara lain,
  • Menelaah kesesuaian masalah, tujuan, teori, metode, dan pembahasan
  • Menelaah kejelasan penyajian gambar, tabel dan diagram
  • Menelaah kemutakhiran pustaka yang dirujuk
  • Menelaah kesalahan fakta
  • Melakukan evaluasi terhadap isi naskah
  • Menelaah orisinalitas informasi
  • Menelaah pernah tidaknya naskah tersebut dimuat di tempat lain
  • Menelaah kekomprehensifan pengetahuan Penulis
  • Menelaah ketepatan judul
 
  1. Apabila dalam jangka waktu tersebut review naskah belum selesai, reviewer harus mengkonfirmasi ke Editor in Chief atau Pemimpin Redaksi jurnal Walennae.
  2. Selama proses review naskah, reviewer memberikan penilaian naskah melalui form/daftar checklist review yang tersedia pada aplikasi jurnal elektronik ini. Jika merasa kesulitan, reviewer dapat melakukan penilaian naskah secara manual pada form checklist review (format Ms.Word) yang dikirim oleh Section Editor.
  3. Naskah hasil review dikembalikan ke Section Editor.
  4. Reviewer memberikan keputusan naskah hasil review:
  • Accept Submission (naskah diterima).
  • Revisions Required (naskah perlu direvisi oleh penulis).
  • Resubmit for Review (naskah perlu direvisi oleh penulis, kemudian direview kembali oleh Reviewer).
  • Resubmit Elsewhere (naskah sebaiknya dikirim ke penerbit jurnal lain, reviewer menolak secara halus).
  • Decline Submission (naskah ditolak).
  • See Comments (lihat komentar, reviewer menolak secara halus).

 

 

Reviewers of journal of Walennae are competent in the field of archeology, history, ethnography, anthropology, and other supporting sciences related to human and culture, and able to work professionally by upholding the code of ethics of scientific publication as Reviewer. The Peer-reviewed Process of Walennae manuscript is as follows:

  1. Reviewers review the text in accordance with the field of science. If the manuscript is inconsistent with its field of competence, it is entitled to refuse to review and transfer to another more competent reviewer.
  2. The review process using double blind review, the reviewer does not know the identity of the author, vice versa.
  3. The process of reviewing a manuscript is done by at least two reviewers and the process of stages is done with the E-Journal system
  4. Reviewers review the manuscript within a maximum of 3 weeks from receipt of the text. Review process based on script substance (article quality), among others:
  • Reviewing the suitability of problems, objectives, theories, methods, and discussion
  • Reviewing the clarity of the presentation of drawings, tables and diagrams
  • Reviewing the updates of referenced libraries
  • Reviewing the error facts
  • Evaluating the contents of the manuscript
  • Reviewing the originality of the information
  • Reviewing whether or not the manuscript has been published elsewhere
  • Reviewing the Comprehensive Knowledge of Author
  • Reviewing the title accuracy

 

  1. If the review period of the manuscript has not been completed, the reviewer must confirm to the Editor in Chief of Walennae journal.
  2. During the review process, the reviewer reviews the manuscript through the checklist review forms available in this electronic journal application. If you find it difficult, the reviewer can manually review the manuscript on the checklist review form (Ms.Word format) sent by the Section Editor.
  3. The review results are returned to the Section Editor.
  4. Reviewer provides a review decision
  • Accept Submission (accepted script).
  • Revisions Required (the script needs to be revised by the author).
  • Resubmit for Review (the script needs to be revised by the author, then reviewed by Reviewer).
  • Resubmit Elsewhere (the script should be sent to other journal publishers, the reviewer declined subtly).
  • Decline Submission (script rejected).
  • See Comments (see comments, the reviewer declined subtly).

 

Publication Frequency

Jurnal Walennae terbit dua kali dalam setahun, edisi ejurnal diterbitkan lebih awal daripada edisi cetak.

 

The Walennae Journal published biannual a year, the electronic journal edition published earlier than the printed edition.

 

Open Access Policy

Jurnal ini tersedia kepada siapapun yang ingin mengaksesnya secara terbuka untuk ilmu pengetahuan.

 

This journal is available to anyone who wants to access it openly for science.

 

Archiving

This journal utilizes the LOCKSS system to create a distributed archiving system among participating libraries and permits those libraries to create permanent archives of the journal for purposes of preservation and restoration. More...

 

Publication Ethics

Untuk menjaga kualitas naskah dan menghindari pelanggaran penerbitan/plagiarisme dalam proses penerbitan, dewan redaksi menetapkan etika publikasi ilmiah jurnal Walennae. Ketentuan etika publikasi ini berlaku bagi penulis, editor, reviewer, dan pengelola jurnal.

Etika Penulis

1) Pelaporan; penulis harus memberikan informasi tentang proses dan hasil penelitiannya kepada redaksi secara jujur, jelas, dan menyeluruh, serta tetap menyimpan data penelitiannya dengan baik dan aman.

2) Orisinalitas dan plagiarisme; penulis harus memastikan bahwa naskah yang telah dikirim/diserahkan ke redaksi adalah naskah asli, ditulis oleh dirinya sendiri, bersumber dari ide dan gagasan sendiri, dan bukan menjiplak karya tulis atau ide/gagasan orang lain. Penulis dilarang keras untuk mengalih-nama-kan sumber referensi yang dikutip ke nama orang lain.

3) Pengulangan pengiriman; penulis harus menginformasikan bahwa naskah yang dikirim/diserahkan ke redaksi adalah naskah yang belum pernah dikirimkan/diserahkan ke penerbit jurnal/publikasi lain. Apabila ditemukan adanya “redudansi” pengiriman naskah ke penerbit lain, maka redaksi akan menolak naskah yang dikirimkan penulis.

4) Status penulis; penulis harus menginformasikan ke redaksi bahwa penulis memiliki kompetensi atau kualifikasi dalam bidang kepakaran tertentu yang sesuai dengan bidang ilmu terbitan, yaitu arkeologi, antropologi, sejarah, dan budaya. Penulis harus mencantumkan afiliasi, yaitu asal instansi penulis. Penulis yang mengirimkan naskah ke redaksi adalah penulis pertama (co-author), sehingga jika ditemukan masalah dalam proses penerbitan naskah dapat segera dituntaskan.

5) Kesalahan penulisan naskah; penulis harus segera menginformasikan ke redaksi apabila ditemukan kesalahan dalam penulisan naskah, baik hasil review maupun hasil edit. Kesalahan penulisan tersebut mencakup penulisan nama, afiliasi/instansi, kutipan, serta tulisan lain yang dapat mengurangi makna dan susbtansi naskah. Jika hal itu terjadi, penulis harus segera mengusulkan perbaikan naskah.

6) Pengungkapan konflik kepentingan; penulis harus memahami etika publikasi ilmiah di atas untuk menghindari adanya konflik kepentingan dengan pihak lain, sehingga naskah dapat diproses secara lancar dan aman.

 

Etika Editor

1) Keputusan publikasi; editor harus memastikan proses penelaahan naskah secara menyeluruh, transparan, objektif, adil, dan bijaksana. Hal tersebut menjadi dasar editor dalam mengambil keputusan terhadap suatu naskah, ditolak atau diterima. Dalam hal ini, dewan editor berperan sebagai tim seleksi naskah.

2) Informasi publikasi; editor harus memastikan bahwa panduan penulisan naskah bagi penulis dan pihak lain yang berkepentingan dapat diakses dan dibaca secara jelas, baik versi cetak maupun elektronik.

3) Pembagian naskah peer-review; editor harus memastikan reviewer dan bahan naskah untuk review, serta menginformasikan ketentuan dan proses review naskah secara jelas ke reviewer.

4) Objektivitas dan netralitas; editor harus objektif, netral, dan jujur dalam mengedit naskah, tanpa membedakan jenis kelamin, sisi bisnis, suku, agama, ras, antar-golongan, dan kewarganegaraan penulis.

5) Kerahasiaan; editor harus menjaga setiap informasi dengan baik, khususnya yang terkait dengan privasi penulis dan distribusi naskahnya.

6) Pengungkapan konflik kepentingan; editor harus memahami etika publikasi ilmiah di atas untuk menghindari adanya konflik kepentingan dengan pihak lain, sehingga proses penerbitan naskah berjalan lancar dan aman.

 

Etika Reviewer

1) Objektivitas dan netralitas; reviewer harus jujur, objektif, tidak bias, independen, dan hanya berpihak pada kebenaran ilmiah. Proses penelaahan naskah dilakukan secara profesional tanpa membedakan jenis kelamin, sisi bisnis, suku, agama, ras, antar-golongan, dan kewarganegaraan penulis.

2) Kejelasan sumber referensi; reviewer harus memastikan bahwa sumber referensi/kutipan naskah telah sesuai dan kredibel (dapat dipertanggungjawabkan). Jika ditemukan kesalahan atau penyimpangan dalam penulisan sumber referensi/kutipan, reviewer harus segera menginformasikan ke redaksi untuk dilakukan perbaikan oleh penulis sesuai catatan dari reviewer.

3) Efektivitas peer-review; reviewer harus merespon naskah yang telah dikirim oleh redaksi dan bekerja sesuai dengan waktu penelaahan naskah (peer-review) yang telah ditetapkan (maksimal 3 minggu). Apabila membutuhkan waktu tambahan dalam review naskah harus segera melaporkan (konfirmasi) ke sekretariat redaksi.

4) Pengungkapan konflik kepentingan; reviewer harus memahami etika publikasi ilmiah di atas untuk menghindari adanya konflik kepentingan dengan pihak lain, sehingga proses penerbitan naskah berjalan lancar dan aman.

 

Etika Pengelola Jurnal

1) Pengambilan keputusan; pengelola jurnal/dewan redaksi harus menjabarkan misi dan tujuan organisasi, khususnya yang berkaitan dengan penetapan kebijakan dan keputusan penerbitan jurnal tanpa adanya kepentingan tertentu.

2) Kebebasan; pengelola jurnal harus memberikan kebebasan kepara reviewer dan editor untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman serta menghargai privasi penulis.

3) Jaminan dan promosi; pengelola jurnal harus menjamin dan melindungi hak kekayaan intelektual (hak cipta), serta transparan dalam mengelola dana yang diterima oleh pihak ketiga. Selain itu, pengelola jurnal harus mempublikasikan dan mempromosikan hasil terbitan ke masyarakat dengan memberikan jaminan kemanfaatan dalam penggunaan naskah.

4) Pengungkapan konflik kepentingan; pengelola jurnal harus memahami etika publikasi ilmiah di atas untuk menghindari adanya konflik kepentingan dengan pihak lain, sehingga proses penerbitan naskah berjalan lancar dan aman.

 

 

In order to maintain the quality of the manuscript and avoid publishing / plagiarism violations in the publishing process, the editorial board establishes the ethics of scholarly publications of the Walennae journal. The ethical provisions of this publication apply to authors, editors, reviewers, and journal managers.

 

Author Ethics

  1. Reporting; the author must provide information about the process and the results of his research to the editorial in an honest, clear, and comprehensive, and still keep the research data well and safely
  2. Originality and plagiarism; the author must ensure that the manuscript that has been submitted to the editors is the original, written by himself, sourced from his own ideas, rather than plagiarizing the writings or ideas of others. Authors are strictly prohibited from passing the name of the reference source cited to someone else's name.
  3. Repetition of delivery; the author must inform that the manuscript submitted to the editor is a script that has never been submitted to other journal publishers / publications. If there is any redundancy in the submission of a manuscript to another publisher, then the editor will reject the submitted manuscript.
  4. Author status; the author should inform the editor that the author has the competence or qualification in a particular field of expertise in accordance with the field of publications, namely archeology, anthropology, history, and culture. The author must include the affiliate, ie the origin of the author's agency. The author who submits the manuscript to the editor is the first author (co-author), so that if problems found in the process of publishing, it can be completed soon.
  5. Error writing script; the author should immediately inform the editor if found errors in the script writing, both the results of reviews and edits. Writing errors include the writing of names, affiliations / agencies, quotations, and other writings that can reduce the meaning and substance of the script. If that happens, the author should immediately propose the repair of the manuscript.
  6. Disclosure of conflict of interest; the author must understand the ethics of scientific publications above to avoid any conflict of interest with other parties, so the script can be processed smoothly and safely

 

Editor Ethics

  1. Decision of publication; editors should ensure a thorough, transparent, objective, fair and prudent review of the text. It becomes the basis of the editor in making a decision on a script, rejected or accepted. In this case, the editorial board acts as a screening team.
  2. Publication information; editors should ensure that scriptwriting guidelines for authors and other interested parties can be accessed and read clearly, both printed and electronic.
  3. The distribution of peer-reviewed manuscripts; editors should make sure reviewers and manuscripts for review, as well as inform the provisions and process of reviewing the manuscript clearly to reviewers.
  4. Objectivity and neutrality; editors should be objective, impartial, and honest in editing the manuscript, regardless of gender, business side, ethnicity, religion, race, inter-group, and author's citizenship.
  5. Confidentiality; editors should keep every information well, especially with regard to the author's privacy and distribution of the manuscript.
  6. Disclosure of conflict of interest; editors should understand the ethics of the above scientific publications to avoid any conflict of interest with others, so the process of publishing the manuscript runs smoothly and safely.

 

Reviewer Ethics

  1. Objectivity and neutrality; the reviewer must be honest, objective, unbiased, independent, and only in favor of scientific truth. The process of reviewing the manuscript is done professionally regardless of gender, business side, tribe, religion, race, inter-group, and author's citizenship.
  2. Clarity of reference sources; the reviewer should ensure that the reference resource / quotation is appropriate and credible (accountable). If errors or irregularities are found in the reference source / quotation writing, the reviewer should promptly inform the editor to be repaired by the author according to the reviewer's note.
  3. Peer-reviewed effectiveness; the reviewer should respond to the manuscript submitted by the editor and work in accordance with the specified peer-review time (maximum of 3 weeks). If additional time is required in the review the manuscript should promptly report (confirmation) to the editorial secretariat.
  4. Disclosure of conflict of interest; the reviewer should understand the ethical publications above to avoid any conflict of interest with others, so the process of publishing the manuscript runs smoothly and safely.

 

Journal Manager Ethics

  1. Decision-making; the manager of the journal / editorial board should describe the mission and objectives of the organization, especially those relating to the determination of policy and decision of journal publishing without any particular interest.
  2. Freedom; journal managers should give the reviewers and editors the freedom to create a comfortable working atmosphere and respect the privacy of the author
  3. Warranty and promotion; journal managers must guarantee and protect intellectual property rights (copyright), as well as transparent in managing funds received by third parties. In addition, journal organizers should publish and promote publication results to the public by providing assurance of usefulness in the use of the manuscript.
  4. Disclosure of conflict of interest; journal managers must understand the ethics of scientific publications above to avoid any conflict of interest with other parties, so the process of publishing the manuscript runs smoothly and safely.

 

 

Plagiarism Check

 

Semua pengajuan naskah ke Walennae secara otomatis akan disaring menggunakan CrossCheck (didukung oleh Ithenticate & Turnitin) dalam sistem editorial. Tim Editor juga akan memantau adanya kesamaan naskah pada artikel lain selama proses peninjauan atau pasca-publikasi.

Selama proses penilaian naskah, akan dihasilkan jumlah persentase kesamaan naskah dengan artikel lain yang telah diterbitkan. Angka persentase tersebut menjadi acuan untuk menilai naskah yang akan diterbitkan. Bila angka persentase menunjukkan nilai ≥30%, maka naskah dianggap tidak layak untuk terbit karena dianggap memiliki tingkat plagiasi yang tinggi. Bila nilai persentasi menunjukkan angka ≤29% maka naskah dianggap layak untuk terbit.
Dewan Editorial Walennae akan memeriksa secara teliti dan memastikan bahwa setiap naskah yang diproses tidak akan memiliki kesamaan teks dengan artikel lain melebihi 30% yang didalamnya tidak termasuk daftar pustaka, abstrak, metode, dan data.

Layanan Pemeriksaan Kemiripan Crossref, silakan kunjungi: https://www.crossref.org/services/similarity-check/ 

Untuk daftar semua jurnal yang dapat ditelusuri dalam database Periksa Kesamaan Crossref, silakan kunjungi: www.ithenticate.com/search

 

All new submissions to Kapata Arkeologi are automatically screened using CrossCheck (powered by Ithenticate & Turnitin) within the editorial system. Editors may also choose to run a similarity report at any other point during the review process or post-publication. 

The default similarity report view gives the percentage of the text of the manuscript which has overlap with one or more published articles. Figures and equations cannot be checked at present. Note that a high similarity score does not necessarily indicate plagiarized text. A similarity score of 30% could mean 30% text in common with one source but could equally mean 1% text in common with 30 different sources. Re-used text that has been legitimately cited, the Bibliography and Methods texts may all contribute to the similarity score. The subject knowledge of an editorial expert is vital in order to interpret the CrossCheck report and determine whether there is any grounds for concern. Kapata Arkeologi Editorial Board will ensure that every published article will not exceed 30% similarity Score, exclude bibliography, abstract, methods, and materials.

About the Crossref Similarity Check service, please visit: https://www.crossref.org/services/similarity-check/

For a searchable list of all journals in the Crossref Similarity Check database, please visit: www.ithenticate.com/search

 

Article Processing Charges

Setiap naskah yang masuk ke Redaksi Walennae serta melewati proses penerbitan bebas dari biaya apa pun. Proses tersebut mencakup pengiriman naskah, proses penyuntingan, penerbitan, hingga pengarsipan, dan perawatan. Walennae menyediakan honor kepada penulis yang naskahnya diterbitkan. Walennae memberikan kebebasan kepada siapa pun yang ingin mengakses penuh artikel yang sudah diterbitkan.

 

Every script that goes to the Walennae Editor and passes the publishing process is free of any fees. The process includes sending scripts, editing processes, publishing to archiving, and maintenance. Walennae provided honorarium to the author that their manuscript was published. Walennae gives free access to anyone who wants to have full published articles.

 

Copy Editing and Proofreading

Proses Copy Editing dan Proofreading setiap artikel yang akan diterbitkan dilakukan oleh Dewan Redaksi Walennae dibantu perangkat tambahan Grammarly® writing-enhancement.

 

Copy Editing and Proofreading process for each article to be published is carried out by the Walennae Editorial Board with the help of Grammarly® writing-enhancement enhancements.

 

References Management

Setiap naskah yang diterima oleh Dewan Redaksi Walennae menggunakan reference management Mendeley.


Every script received by Walennae Editorial Board uses Mendeley's reference management.