SEBARAN LUKISAN GUA DI WILAYAH SULAWESI SELATAN DAN TENGGARA SERTA FAKTOR KERUSAKANNYA

Nani Somba

Abstract


Berdasaran hasil penelitian arkeologi yang telah dilakukan oleh berbagai pihak baik oleh peneliti dari Indonesia maupun peneliti asing telah memperlihatkan hasil yang sangat signifikan terutama tentang lukisan gua. Balai Arkeologi Makassar telah mengidentifikasi berbagai situs gua yang mempunyai lukisan/gambar pada gua dan ceruk, persebarannya mencakup dua provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Tenggara. Dari hasil identifikasi ini pula ditemukan adanya kerusakan-kerusakan lukisan/gambar pada gua-ceruk yang cukup memprihatinkan disebabkan berbagai faktor antara lain faktor lingkungan, manusia, dan faktor alam.

 

Based on the results of archaeological research has been done by various parties, both from researchers from the Indonesian and foreign researchers has shown very significant results, especially about the cave paintings. Institute for Archaeology Makassar has identified various sites that have cave paintings/drawings on caves and niches, spreading includes two provinces namely South Sulawesi province and the province of Southeast Sulawesi. From the results of this identification also found the existence of defects in lukisam/pictures on cave-niches that are quite apprehensive due to various factors including environmental factors, human and natural factors.


Keywords


Sebaran, Lukisan Gua, Faktor Kerusakan (Distribution, Cave Painting, Damage Factors)

Full Text:

PDF

References


Asikin, Indah Nurani. 1994. "Pendekatan Keruangan Dalam Kajian Pemukiman Gua". Makalah. Dalam EHPA, Palembang.

Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo-Malay (edisi revisi). PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Bernadeta, AKW. 1996. "Laporan Penelitian Gua Prasejarah di Muna, Sulawesi Tenggara" (belum terbit).

Bulbeck, David, Monique Pasqua, Adrian de Lello. 2000. Culture History of the Toalian South Sulawesi.

Ciferri, O. 1999. Microbial degradasion of paitings. Applied and Environmental Microbiology 65 (3): 879-885.

Due Awe, Rokus. 2000. "Lukisan Dinding Gua di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara: Identifikasi Jenis Hewan". Walanae No. 4. Balar Makassar.

Forge, Anthony. 1991. "Handstencils: Rock Art or Not Art dalam Paul Bahn dan Andree Rosenfeld (ed.), Rock Art and Prehistory, Oxford: Oxbow Book, Park and Place, hlm. 39-44.

Hakim, Budianto, dkk. 2005. "Laporan Penelitian Arkeologi Gua Berlukis di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara". Balai Arkeologi Makassar (belum terbit).

Hester, James J. 1976. Introduction to Archaeology. Holt. Rinehart and Winston, New York.

Howell, F. Clark et.al. 1982. Manusia Purba. (Pustaka Alam Life). Jakarta: Tira Pustaka.

Intan, Fadlan Suaib. 2004. "Geologi Situs-situs Gua (Pinda, Pominsa, Lansifora, Lakuba) Kab. Muna Sulawesi Tenggara. Makassar: Balai Arkeologi (belum terbit).

Kosasih, E.A. 1986. "Penelitian Situs-situs Gua dan Ceruk di Pulau Muna (Sulawesi Tenggara). Belum terbit.

Kosasih, E.A. 1995. Lukisan Gua di Sulawesi Bagian Selatan: Refleksi Kehidupan Masyarakat Pendukungnya. Tesis U.I. Jakarta.

Kosasih, E.A. 1996. "Seni Lukis Gua di Indonesia Dalam Kaitan Dengan Penyelamatan Lingkungannya", Makalah dalam EHPA, Ujung Pandang.

Kosasih, E.A. 1996. ''Gua Sebagai Hunian Awal Bagi Manusia" Simposium Nasional II Lingkungan Karst, Jakarta 1996. Tidak terbit.

Kosasih, E.A. 1998. "Data Lukisan Gua Dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara: Kajian Makna Motif Lukisan Dalam Kehidupan Masyarakat Pendukungnya". Makalah EHPA, Cipayung.

Linda, 2005. "Tata Letak Lukisan Dinding Gua di Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan". Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Permana, R. Cecep Eka. 2008. "Pola Gambar Tangan pada Gua-gua Prasejarah di Wilayah Pangkep-Maros Sulawesi Selatan" Disertasi. Jakarta: Univ. Indonesia.

Permana, R. Cecep Eka. 2008. "Bentuk Gambar Tangan Pada Gua Prasejarah di Sulawesi Selatan" Makalah dalam PIA XI, Solo.

Piliang, Yasraf Amir, 2000. Budaya Rupa: 'Membaca' Masa Lalu Untuk 'Menulis Masa Depan'. Makalah Dalam Seminar "Budaya Visual Masyarakat Prasejarah Indonesia, Dan Relevansinya dengan Budaya Kontemporer". Forum Study Kebudayaan ITB.

Samidi, 1985. Laporan Hasil Survei Konservasi Lukisan Gua Sumpang Bita dan Pelaksanaan Konservasi Lukisan Gua Pettae Kerre, Proyek Pemugaran dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Sulawesi Selatan.

Setiawan, Pindi. 2004 "Pesan dari Jaman yang Hilang: Gambar Cadas Kalimantan". Makalah disampaikan pada Seminar Penelitian Perancis di Indonesia, Museum Nasional Jakarta, 6 Desember.

Soejono, R.P. (ed). 1984. Sejarah Nasional Indonesia Jilid I. Jakarta: Balai Pustaka.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/wln.v13i1.246
Article Metrics

Abstract views: 125 | PDF views: 87 | Total views: 212

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



WALENNAE INDEXED BY:

                            


Copyright and design by WalennaE © 2017 (e-ISSN 2580-121X ; p-ISSN 1411-0571). Powered by OJS

            

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.