TEKNIK PEMBUATAN SERPIH BILAH DENGAN PENDEKATAN ARKEOLOGI EKSPERIMENTAL

Ansar Rasyid

Abstract


Penelitian yang dilakukan bertemakan, teknik pembuatan serpih bilah dengan menggunakan pendekatan arkeologi eksperimental. Aktivitas eksperimen inilah yang dijadikan acuan untuk menjelaskan kemungkinan cara yang ditempuh manusia dalam hal memproduksi artefak. Penelitian ini memiliki dua permasalahan meliputi, bagaimana proses pembuatan serpih bilah dengan teknik penyerpihan langsung dan bentuk apa sajakah yang dihasilkan dari pemilihan dataran pukul secara acak dan di satu bidang datar pada material. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemungkinan cara-cara hidup manusia masa lampau dalam hal membuat alat batu serta mengetahui secara rinci proses pembuatan serpih bilah. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data, pengolahan data dan interpretasi data dengan menganalisis berdasarkan pada proses pembuatan serpih bilah dan bentuk yang dihasilkan.  Hasil eksperimen berupa artefak serpih-bilah, memperlihatkan keahlian manusia membuat alat serta kemampuan mental memikirkan dan mempersiapkan rangkaian operasionalnya. Rangkaian operasional dalam eksperimen ini dapat memberi gambaran tentang rangkaian proses pembuatan jenis artefak batu yang sebenarnya.


Keywords


Eksperimen, duplikat, serpih-bilah, kemampuan mental

Full Text:

PDF

References


Andari, C. 1995. Teknik Lukisan Cap Tangan Pada Gua-Gua di Belae Pangkep (skripsi). Ujung Pandang: Jurusan Sejarah dan Arkeologi Unhas.

Anonim, 1999. Metode Penelitian Arkeologi Arkeologi. Departemen Pendidikan nasional. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Jakarta.

Anonim, 2001. Penelitian Arkeologi Prasejarah di Situs Wessae (Ralla), Kecamatan Taneteriaja, Kabupaten Barru, Propinsi Sulawesi Selatan. Laporan Penelitian. Makassar: Balai Arkeologi Makassar.

Anonim, 2003. Karakter Situs Wessae berdasarkan Temuan Perkakas Batu. Laporan Penelitian. Makassar: Balai Arkeologi Makassar.

Arifin, Fauzi. 2013. Identifikasi Mikrofosil Foraminifera untuk menentukan Paleobatimetri Batugamping Formasi Tonasa, Daerah Ralla, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Propinsi Sulawesi Selatan. Prosiding Hasil Penelitian Fakultas Teknik Volume 7 Desember 2013. Makassar: Universitas Hasanuddin. Diakses tanggal 10 Oktober 2017. http://download.portalgaruda.org/article.php

Coles, J., 1979. Experimental Archaeology. London: Academic Press.

Forester, H. 2007. Ribuan Gunung Ribuan Alat Batu. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Howell, F, Clark. 1977. Manusia Purba. Jakarta: Tira Pustaka.

Idrus, 1996. Analisis Teknologi terhadap Artefak Batu Situs Pacciro, Kecamatan Taneteriaja, Kabupaten Barru, Propinsi Sulawesi Selatan. Skripsi. Ujung Pandang: Universitas Hasanuddin.

Leakey, Richard, 2003. Asal-usul manusia. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).

Outram A. K , 2008. “Experimental Archaeology”. World Archaeology, 40 no. 1: 1-6. Roudledge. London.

Soejono, R. P (Ed). 1993. Sejarah Nasional Indonesia I (edisi revisi). Jakarta: Balai Pustaka.

Utomo, Danang Wahyu. 2003. Alat Batu Bergerigi dari Situs Wessae, Barru, Sulawesi Selatan. Walennae. Makassar: Balai Arkeologi Makassar

Whitteker, J, C. 2004. American Flintknappers-Stone Age Art in the Age of Computers: University of Texas Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/wln.v15i2.273
Article Metrics

Abstract views: 133 | PDF views: 70 | Total views: 203

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



WALENNAE INDEXED BY:

                      


Copyright and design by WalennaE (e-ISSN 2580-121X ; p-ISSN 1411-0571). Powered by OJS.

            

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.