LUKISAN FAUNA, POLA SEBARAN DAN LANSKAP BUDAYA DI KAWASAN KARS SULAWESI BAGIAN SELATAN

A. Muh. Saiful, Basran Burhan

Abstract


Tulisan ini menyajikan studi tentang lanskap pada situs gua-gua yang memiliki gambar dari masa prasejarah. Gua-gua prasejarah di bagian selatan Pulau Sulawesi merupakan kawasan gua dengan karakter lukisan telapak tangan dan fauna. Penelitian ini difokuskan pada lukisan fauna dan lanskap budaya. Metode yang digunakan diantaranya mengumpulkan hasil penelitian lukisan di wilayah ini kemudian mengklasifikasi jenis lukisan fauna dan keletakan situs berlukis tersebut dalam peta dengan menggunakan software GIS. Software ini juga digunakan untuk menghitung jarak situs terdekat dan terjauh dengan pantai di masa Pleistosen.  Hasil identifikasi berdasarkan lukisan fauna, pola sebaran gua dan lingkungan masa lalu menjelaskan bahwa kawasan gua-gua prasejarah di bagian selatan Sulawesi merupakan lanskap budaya yang telah diokupasi oleh dua kelompok identitas yang berbeda berdasarkan karakter lukisannya.


Keywords


Lanskap, lukisan fauna, lingkungan

Full Text:

PDF

References


Ahimsa-Putra, H. S., 2013. Budaya Bangsa, Jati Ditri dan Integrasi Nasional: Sebuah Teori. Jejak Nusantara.

Aubert, M. et al., 2014. Pleistocene Cave Art From Sulawesi, Indonesia. Nature, Volume 514.

Bellwood, P., 2007. Prehistory of Indo-Malaysian Archipelago. Canberra: ANU E Press.

BTNBB, 2011. Identifikasi Keanekaragaman Jenis Mamalia di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Bantimurung: s.n.

Bulbeck, D., Sumantri, I. & Hiscock, P., 2004. Leang Sakapao 1, a second dated Pleistocene Site from South Sulawesi, Indonesia. In: Quaternary Researc in Indonesia. London, UK: Taylor and Francis Group plc,.

Clason, A. T., 1989. Late Pleistocene / Holocene Hunters-Gatherers of Sulawesi. Paleohistoria, pp. 67-76.

Fuentes, O., 2017. The Social Dimension of Human Depiction in Magdalenian Rock Art (16,500 cal BP-12.000 cal BP): The Case of the Roc Aux-Sorciers Rock Shelter. Quaternary International, pp. 97-113.

Glover, I., 1975. Survey and Excavation in the Maros District, South Sulawesi, Indonesia, London: Intitute of Archaeology.

Gosden, C. & Head, L., 1994. Landscape- A Usefull Ambiguous Concept. Aechaeology in Oceania, p. University of Sydney.

Handayani, A. S., 2015. Gambar Fauna Perairan Pada Gua-Gua Prasejarah Kawasan Kars Maros dan Pangkep. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Kaelhofer, L., 2000. Creating Social Identity in The Landscape: Tidewater, Virginia, 1600-1750. In: Achaeology of Landscape. USA: Blackwell Publishers.

Knapp, B. & Ashmore, W., 1999. Achaeological Landscape: Cinstrucet,Conceptualized, Ideational. In: Archaeology of Landscape. UK: Blackwell Publisher.

Kuster, H., 2004. Cultural Landscape. In: Cultural Landscape and Land Use. Dordrecht: Cluwer Academic Publisher.

Manansang, J. et al., 1996. Babyrusau: Populaton and Habitat Viability Assessment. Bogor: PHPA.

Pasaribu, Y. A., 2016. Konteks Budaya Motif Binatang Pada Seni Cadas Prasejarah Di Sulawesi Selatan. Depok: Universitas Indonesia.

Permana, R. C. E., 2008. Pola Gambar Tangan Pada Gua-Gua Prasejarah Di Wilayah Pangkep-Maros Sulawesi Selatan, jakarta: s.n.

Pickering, M., 1994. The Physical Landscape as a Social Landscape: a Garawa Example. Archaeolgy in Oceania, pp. 149-161.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/wln.v15i2.277
Article Metrics

Abstract views: 235 | PDF views: 106 | Total views: 341

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



WALENNAE INDEXED BY:

                      


Copyright and design by WalennaE (e-ISSN 2580-121X ; p-ISSN 1411-0571). Powered by OJS.

            

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.