PERIODE KOLONIAL DI PESISIR TIMUR PULAU SERAM (MALUKU): KONTAK AWAL HINGGA TERBENTUKNYA MORFOLOGI KOTA BULA

Authors

  • Syahruddin Mansyur Balai arkeologi sulawesi selatan
DOI     10.24832/wln.v15i1.1

Keywords:

arkeologi industri, prasarana dan sarana pertambangan, Hindia Belanda, morfologi kota

Abstract

Salah satu daerah di Maluku yaitu Bula (pesisir timur Pulau Seram) memiliki potensi tinggalan arkeologi industri pertambangan minyak yang telah dikembangkan sejak masa Hindia Belanda. Penelitian ini membahas tentang penemuan sumber minyak di wilayah tersebut, serta pembangunan prasarana dan sarana pertambangan minyak di Bula menjadi embrio terbentuknya morfologi Kota Bula. Metode yang digunakan dalam membahas topik tersebut adalah metode penelusuran pustaka, serta metode survey dan observasi arkeologi. Awalnya, daerah ini tidak banyak diokupasi oleh bangsa Eropa, hingga pada akhir abad ke-19, seiring dengan penemuan sumber minyak, daerah ini kemudian mulai berkembang. Berbagai prasarana dan sarana pertambangan dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda diantaranya: sumur-sumur minyak, tangki-tangki penampungan hingga sarana pendukung seperti perumahan karyawan, rumah sakit, jaringan jalan, pelabuhan, bandara, serta sarana rekreasi. Berbagai prasarana dan sarana pertambangan minyak yang dibangun saat itu kemudian menjadi awal terbentuknya morfologi kota Bula. Sebagai sebuah kota industri baru, daerah ini kemudian berkembang dan memiliki daya tarik bagi masyarakat dari luar.

References

Ambary, H.M. 1998. Menemukan Peradaban: Jejak Arkeologis dan Historis. Jakarta: Logos Wacana.

Anonim, 2008. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Anonim, 2016. “Kabupaten SBT Dalam Angka”. Bula: Badan Pusat Statistik Kabupaten SBT.

Andaya, L.Y. 1993. The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period. Honolulu: University of Hawaii Press.

Andaya, L.Y. 2015. Dunia Maluku: Indonesia Timur Pada Zaman Modern Awal. Edisi Terjemahan: The World of Maluku: Eastern Indonesian in Early Modern Period. Penerjemah: Septian Dhaniar Rahman. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Anderson, G. Bartlett., dkk. 1986. PERTAMINA: Perusahaan Minyak Nasional, terj. Mara Karma. Jakarta: Inti Idayu Press

Binford, L. R. 1972. An Archaeological Perspectives. New York: Seminar Press.

Cortesao, Armando. 2015. Suma Oriental: Karya Tome Pires: Perjalanan dari Laut Merah ke Cina dan Buku Francisco Rodrigues. Edisi Terjemahan: The Suma Oriental of Tome Pires An Account of The East, From The Sea to China and The Book of Francisco Rodrigues. Penerjemah: Adrian Perkasa dan Anggita Pramesti. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Inagurasi, L., 2009. “Kemungkinan Penerapan Arkeologi Industri dalam Penelitian Arkeologi di Indonesia”. Makalah dalam Evaluasi-Hasil-Penelitian-Arkeologi. Denpasar: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi. Tidak Terbit

Jatmiko dan Mujabuda’wat, 2016. “Jejak Budaya Paleolitik di Pulau Seram: Kajian Migrasi Manusia Awal di Wilayah Indonesia Timur”. Jurnal Kapata Arkeologi Vol. 12 No. 1, Juli 2016, hal. 71-78. Ambon: Balai Arkeologi Maluku

Leirissa, R.Z. 1990. “Masyarakat Halmahera dan Raja Jailolo: Studi tentang Sejarah Masyarakat Maluku Utara”. Disertasi, Universitas Indonesia.

Liony, A. 2014. ”Pengaruh Pertamina Terhadap Masyarakat Kota Balikpapan 1957-1975”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah-Fakultas Ilmu Sosial. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Tidak-Terbit.

Palmer, Marilyn and Neaverson. Peter. 1998. Industrial Archaeology: Principles and Practise. London: Routledge.

Roever, A.de. et.al. 2008. Grote Atlas van de Verenigde Oost-Indische Compagnie deel 3: Indisvhe Archipel en Oceanie. Zierikzee: Asia Maior.

Salam, A., 2010. “Pembentukan Identitas Masyarakat Kota Tarakan Melalui Museum Sejarah”, Tesis. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Jakarta: Universitas Indonesia. Tidak-Terbit.

Sharer and Ashmore. 1980. Fundamentals of Archaeology. California: The Benyamin Publishing Company Inc

Sumantri, Iwan (ed.). 2004. Kepingan Mozaik Sejarah Budaya Sulawesi Selatan. Makassar: Ininnawa

Susanto, N. Nur., 2011. “Kehadiran Belanda dan Tata Kota Balikpapan”. Jurnal Naditira Widya Vol. 5 No. 1 2011. Hal. 46-69. Banjarmasin: Balai Arkeologi Banjarmasin.

Tim Penelitian. 2006. Laporan Penelitian Arkeologi di Pulau Gorom, Kabupaten Maluku Tengah, Propinsi Maluku. Ambon: Balai Arkeologi Ambon. Tidak-Terbit

Tim Penelitian. 2010a. Laporan Penelitian Arkeologi. Survey Arkeologi Prasejarah di Wilayah Pesisir Timur Pulau Seram. Ambon: Balai Arkeologi Ambon. Tidak-Terbit

Tim Penelitian, 2010b. Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Pusat Perdagangan Pala Abad ke-16-19. Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi. Tidak-Terbit.

Tim Penelitian. 2009. Laporan Penelitian Arkeologi Islam di Waru, Kabupaten Maluku Tengah, Propinsi Maluku. Ambon: Balai Arkeologi Ambon. Tidak-Terbit

Tim Penelitian. 2012. “Jejak-Jejak Sejarah Kebudayaan Sulawesi Tenggara Daratan”. Laporan Penelitian Arkeologi. Makassar: Balai Arkeologi Sulawesi Selatan. Tidak-Terbit

Tim Penelitian. 2016. “Survey Eksploratif Arkeologi Kolonial di Wilayah Pesisir Timur Seram, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku”. Laporan Penelitian Arkeologi. Ambon: Balai Arkeologi Maluku. Tidak-Terbit

Sumber Internet

http://www.pacificwrecks.com/airfields/indonesia/boela/1944/boela-08-04-44 400bs.html#axzz4gBRTmMix. (Diakses: 02-03-2017)

http://www.media-kitlv.nl/all-media/indeling/gallery/form/advanced?q_searchfield=boela. (Diakses: 05-08-2016)

Published

2017-06-29

How to Cite

Mansyur, S. (2017). PERIODE KOLONIAL DI PESISIR TIMUR PULAU SERAM (MALUKU): KONTAK AWAL HINGGA TERBENTUKNYA MORFOLOGI KOTA BULA. WALENNAE: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 15(1), 59–74. https://doi.org/10.24832/wln.v15i1.1

Issue

Section

Articles