ARKEOLOGI DAN INDIKASI RITUAL DI GANTARANG LALANG BATA SELAYAR PROPINSI SULAWESI SELATAN

Authors

  • nfn Muhaeminah Balai Arkeologi Sulawesi Selatan
DOI     10.24832/wln.v5i2.158

Keywords:

Pertanian, Ekonomi, keyakinan, megalitik dan Sulawesi Selatan

Abstract

Kitab Negarakertagama menyebutkan nama-nama toponim kerajaan di Sulawesi Selatan sudah ada sebelum tahun 1365 Masehi, termasuk Selayar. Selayar merupakan daerah yang kaya akan tinggalan arkeologisnya, khususnya di daerah Gantarang Lalang Bata. Melihat tinggalan budaya tersebut maka perlu dilakukan penelitian arkeologi yang sistematis dengan tujuan untuk mengungkapkan kronologi dari situs dan eksistensi tinggalan arkeologisnya. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data pustaka dan lapangan kemudian dianalisis untuk memberikan interpretasi data. Hasil yang diperoleh bahwa Gantarang Lalang Bata membuktikan sebagai situs kota tua. Daerah ini juga bermukim para pendatang yang menyebarkan agama Islam tetapi beberapa tradisi pra-Islam masih dilakukan masyarakat setempat.

References

Ambary, Hasan Muarif, 1986. "Unsur Tradisi Pra-Islam pada Sistem Pemakaman Islam di indonesia", PIA. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Engelhard, H.E.D, 1884. ''Medelingen over het Eiland Saleyer", BKI, 32. Gravenchage.

Hadimulyono, 1982. “Studi Kelayakan Tentang Nekara Perunggu Selayar, Sulawesi Selatan”. Ujung pandang: Proyek Pemugaran dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala.

Heersuik, Christian, 1995. A Cademseh Proekschrie (desertasi), The Green Gold of Selayar de urige University de Amsterdam.

Intan, M. Fadhlan S., 1996. ''Industri Gerabah di Kolo-Kolo, Selayar", Kebudayann, no. 12. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Jacobs, H. 1966. The First Locally Demonstrable Cristianity in Celebes 1544. Lisbon: Studia.

Koentjaraningrat, 1980. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Jambatan.

Loir, Henri Chambert, 1985. "Dato' ri Bandang Lagends de I'islamitation de la Region de Selebes Sud", Archipel, 29, Paris.

Montana, Suwedi, 1988. "Pandangan Lain tentang Kepurbakalaan di Pulau Selayar" Berkala Arkeologi, no. 9. Yogyakarta: Balai Arkeologi.

Pigeaud, Th. G. Th., 1962. “Java in the 14 thn century IV”. The Hague.

Rahman, Darmawan Mas'ud, 1986. "Kuburan dan Upacara Toraja di Lihat dari Kajian Arkeologi dan Antropologi", PIA. IV, (ringkasan). Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Wibisono, Sony Christianto, 1982. “Laporan Penelitian Arkeologi di Pulau Selayar”. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. (tidak terbit).

Zuhri,Saefuddin K.H., 1980. “Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesin, cet”. II. Bandung: Al Ma'rif.

How to Cite

Muhaeminah, nfn. ARKEOLOGI DAN INDIKASI RITUAL DI GANTARANG LALANG BATA SELAYAR PROPINSI SULAWESI SELATAN. WALENNAE: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 5(2), 64–77. https://doi.org/10.24832/wln.v5i2.158

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>