BENTUK DAN PERANAN BUDAYA MEGALITIK PADA BEBERAPA SITUS DI KABUPATEN BANTAENG

Authors

  • Akin Duli Balai Arkeologi Sulawesi Selatan
DOI     10.24832/wln.v10i2.190

Keywords:

Paleolitik, Flores, Industri litik, Nusa Tenggara Timur

Abstract

Tradisi pendirian bangunan meglitik selalu berdasarkan pada kepercayaan antara yang hidup dan yang mati. Bngunan ini kemudian menjadi medium penghormatan sekaligus lambing si-mati. Konsepsi pemujaan nenek moyang melahirkan tata carayang menjaga tingkah laku masyarakat di dunia fana. Berdasarkan hasil penelitian diberbagai daerah di Indonesia dapat diketahui bentuk peninggalan megalitik. Sulawesi selatan penelitian tentang kebudayaan megalitik baru dilakukan sejak tahun 1990-an, termasuk di Kabupaten Bantaeng yang telah dilakukan beberapa penelitian awal terhadap budaya megalitik. Tujuan dari penulisan ini, yaitu menggambarkan bentuk dan peranan budaya megalitik di Kabupaten Bantaeng. Metode yang dilakukan berupa pengumpulan data dan klasifikasi data yang diakdiri dengan interpretasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa bentuk dan makna tradisi megalitik di Bantaeng, tentang kepercayaan dan kosmologis yang disebut Patuntung, ajaran kepercayaan tersebut mengenai konsep kepercayaan terhadap alam kehidupan setelah mati. Konsep kepercayaan tersebut kemudian diimplementasikan dalam upacara penyembahan arwah leluhur. Letak pekuburan selalu dekat dari pemukiman yang menunjukkan bahwa kubur merupakan salah satu unsur dari suatu pola permukiman.

References

Asmar, Teguh. 1975. “Megalitik di Indonesia, Ciri dan Problemnya”. Jakarta, Yaperna, No. 7 Thn II.

Bellwood, Peter. 1985. Prehistory of the Indo-Malaysian Archipelago. Australia, Academic Press.

Bougas, Wayne A. 1996. Bantayan Kerajaan Makassar Awal, 1200-1600. Makassar

Bougas, Wayne A. 1998. Bantayan: an Early Makassarese Kingdom 1200-1600 AD. Archipel 55, pp. 83-123.

Duli, Akin. 1996 Bentuk dan Fungsi Batu Temu Gelang di Sulawesi Selatan: Suatu Studi Etnoarkeologi. PIA VII, Cipanas-Jawa Barat.

Duli, Akin. 1999. Bentuk-Bentuk Penguburan Orang Toraja, Suatu Studi Etnoarkeologi. PIA VIII-Yogyakarta.

Duli, Akin. 2001. Peninggalan Megalitik Pada Situs Sillanan di Kabupaten Tana Toraja Propinsi Sulawesi Selatan, Suatu Rekonstruksi Masyarakat Megalitik Berdasarkan Studi Etnoarkeologi. Tesis. Jakarta, Universitas Indonesia

Duli, Akin. 2002. Makna Simbolis Beberapa Motif Goresan Pada Situs Megalitik Tinso dan Lawo di Kabupaten Soppeng. Walennae. Vol. V. No. 9, 2002. Makassar, Balai Arkeologi Makassar.

Duli, Akin dan Hasanuddin. Toraja Dulu dan Kini. Makassar, Pustaka Refleksi.

Duli, Akin, dkk. 2007. Bantaeng, Masa Prasejarah ke Masa Islam. Makassar: Masagena Press.

Hasanuddin. 2000. Peninggalan Megalitik di Situs-Situs Nias Selatan: Kajian Bentuk dan Fungsi. Tesis. Depok, Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Hoop, A.N. J. Th. Van der. 1932. Megalithic Remains in South Sumatera. Translate by W. Shirlaw. Zuthpen, W.J. Thieme

Kadir, Harun. 1980. Aspek Megalitik di Toraja. PIA I. Jakarta, Puslit Arkenas.

Kauden, Walter. 1938. Megalithic Finds in Central Celebes. Dalam Ethnographical Studies in Central Celebes. Geteborg, Elands Boctrykeri Aktiebolog.

Kruyt, A.C. 1938. De West Toradjas op Midden Celebes. Nieuwe Reeks Deel XL. Amsterdam, Uitgave ven de N.V. Noord Hollandsche Uitgevers-Maatschhappijk, hlm. 1-6.

Loofs, H.H.E. 1976. E;ements of Megalithic Comples in Southeast Asia. Cenberra, ANU Press

Mattulada. 1974. Bugis Makassar, Manusia dan Kebudayaan. Berita Antropologi, Nomor Khusus, VI No. 16, hlm. 41.

Mattulada. 1976. Geografi Budaya Daerah Sulawesi Selatan. Ujung Pandang, Proyek Penelitian dan Inventarisasi Kebudayaan Daerah Sulawesi Selatan.

Pelras, Christian. 1996. The Bugis. Oxford, Blackwell Publishers Ltd.

Perry, W.J. 1918. The Megalithic Culture of Indonesia. Manchester, The University Press

Schiffer, Michael B. 1976. Behavioral Archaeology. New York, Academic Press

Soejono, R.P. 1984. Sejaran Nasional Indonesia I. Jakarta, Balai Pustaka.

Soejono, R.P. 1989. Beberapa Masalah Tentang Tradisi Megalitik. PIA V. Jakarta: Puslit Arkenas.

Sukendar, Haris. 1977. Tinjauan Tentang Peninggalan Megalitik di Daerah Sulawesi Tengah. PIA I. Jakarta, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Sukendar, Haris. 1983. Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. PIA III. Jakarta, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Sukendar, Haris. 1993. Arca Menhir di Indonesia, Fungsinya Dalam Peribadatan. Disertasi. Jakarta, Universitas Indonesia.

Tanudirdjo, Daud Aris. 1987. Laporan Penelitian Penerapan Etnoarkeologi di Indonesia. Yogyakarta, Lembaga Penelitian UGM, (belum terbit).

Wagner, F.F. 1962. Indonesia: The Art of An Island Group. Art of The World Series.

Wales, H.G. Quaritch. 1958. The Mountain of God, A Study Early Religio and Kingship. London, Bernard Quaritch, Ltd.

Yunus, Wiwik, dkk. 1984. Upacara Tradisional (Upacara Kematian) Daerah Sulawesi Selatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

How to Cite

Duli, A. BENTUK DAN PERANAN BUDAYA MEGALITIK PADA BEBERAPA SITUS DI KABUPATEN BANTAENG. WALENNAE: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 10(2), 19–43. https://doi.org/10.24832/wln.v10i2.190

Issue

Section

Articles