KANDUNGAN DAN MAKNA INSKRIPSI PADA KOMPLEKS MAKAM KUNO KATANGKA

Authors

  • nfn Rosmawati Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin
DOI     10.24832/wln.v10i2.191

Keywords:

Ruang, Bidang, Pendekatan AHP, dan Garunggung.

Abstract

Monumen khusus makam dapat dilihat dari aspek bentuk dan estetiknya, utamanya dari aspek dekoratifnya. Penerapan inskripsi huruf Arab bersumber dari bangsa Arab, inskripsi huruf Arab yang diterapkan pada bangunan-bangunan suci umat Islam khususnya pada makam tentunya dilatarbelakangi ole hide-ide keislaman pembuatnya. Permasalahan penelitian ini tertuju pada ragam hias maupun tulisan (inskripsi) yang terdapat pada makam kuna katangka. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengambarkan kandungan dan makna inskripsi pada bangunan makam katangka. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data, pengelompokan data dan diakhiri dengan interpretasi. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan kemampuan huruf Arab beradaptasi dengan budaya yang ada sebelumnya yang dikenal huruf serang yaitu huruf Arab sebagai unsur budaya baru dengan bahasa Makassar sebagai unsure lokal. Bentuk media seperti segitiga yang menyerupai gunungan, media berbentuk lingkaran, media berbentuk bunga teratai merupakan nilai-nilai budaya asli sebelum masuknya Islam. Media tersebut kemudian berakulturasi dengan penerapan inskripsi huruf Arab yang dating kemudian. Inskripsi pada kompleks makam katangka berisi nama, riwayat hidup, kapan meninggal, silsilah keturunan, jasa almarhum, system birokrasi yang ditulis huruf serang. Sedangkan inskripsi yang ditulis bahasa Arab berupa doa-doa dan basmalah. Penerapan inskripsi ini tidak terlepas dari dua perspektif doktrin yaitu agama dan sejarah.

References

Al-Farugi, Ismail R. 1993. Islam dan Kebudayaan. Bandung: Mizan.

Ambary, Hasan Muarif. 1987. “Pengamatan Beberapa Konsepsi dan Simbolis Pada Bangunan Sakral dan Sekuler Masa Islam di Indonesia”, dalam Estetika Dalam Arkeologi Indonesia. Diskusi Ilmiah Arkeologi II. Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Ambary, Hasan Muarif. 1986. Unsur Tradisi Pra Islam Pada Sistem Pemakaman Islam di Indonesia, dalam PIA IV, Puslit Arkenas, Jakarta.

Ambary, Hasan Muarif. 1998. Menemukan Peradaban, Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Anonim. 1984. Upacara Tradisional (Upacara Kematian) Daerah Sulawesi Selatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.

Azra, Azyumardi. 2002. Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal. Bandung: Mizan

Duli, Akin, dkk. 2007. Bantaeng dari Masa Prasejarah ke Masa Islam. Makassar: Masagena Press.

Duli, Akin, dkk. 2008. Jejak Sejarah Jeneponto. Makassar: Masagena Press.

Fadillah, Muhammad Ali. 1989. “Simbol Genetalia Pada Makam Bugis Makassar dan Persamaannya di Asia Tenggara Suatu Kajian Tipologi Nisan Kubur”, dalam Studi Regional Kajian Arkeologi Indonesia, Metode dan Teori, Pertemuan Ilmiah Arkeologi V. Yogyakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Hamid, Abu. 1994. Syekh Yusuf Seorang Ulama, Sufi, dan Pejuang. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Juliadi. 1998. “Inskripsi Huruf Arab pada Kompleks Makam Katangka Kabupaten Gowa”. Skripsi. Ujung Pandang: Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.

Koentjaraningrat. 1982. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Mahmud, M. Irfan. 1998 Dinamika Impresi Tauhid Pada Inskripsi Nisan Kubur di Nusantara”., dalam Dinamika Budaya Asia Tenggara-Pasifik dalam Perjalanan Sejarah. Bandung: IAAI Komda Jawa Barat.

Makin, Nurul. 1995. Kapita Selekta Kaligrafi Islami. Jakarta: Pustaka Panjimas.

MG. Andi Moein. 1990. Menggali Nilai-Nilai Budaya Bugis Makassar. Dan Siri’na Pacce. Makassar: Yayasan Makassar Press.

Muhaeminah. 1996. “Inskripsi Huruf Arab dan Lontara Kuna Islam di Sulawesi Selatan” dalam EHPA, Ujung Pandang.

Noorduyn, J. 1972. Islamisasi Makassar (Diterjemahkan oleh S. Gunawan). Djakarta: Bhratara.

Patunru, Abdurrazak Daeng. 1967. Sejarah Gowa-Makassar, Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan Tenggara, Ujung Pandang.

Priyonggoko, Sumardi, dkk. 1992. Analisis Terhadap Ragam Hias pada Makam Raja-Raja Makassar di Sulawesi Selatan. Ujung Pandang: Lembaga Penelitian IKIP Ujung Pandang.

Sewang, Ahmad M. 2005. Islamisasi Kerajaan Gowa Abad XVI sampai Abad XVII. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Subama, Abay D. 1987. “Unsur Estetika dan Simbolik pada Bangunan Islam”, dalam Estetika dalam Arkeologi Indonesia. Diskusi Ilmiah Arkeologi II. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Sodrie, Ahmad Cholid. 1996. “Inskripsi Berhuruf Kufi pada Batu-Batu Nisan di Indonesia”, dalam PIA VII, Cipanas.

Soekmono, R. 1985, Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid 3. Yogyakarta: Kanisius.

Tjandrasasmita, Uka. 1989. “Peranan Kaum Sufi dalam Penyebaran Islam dan Refleksinya pada Beberapa Nisan Kubur di Sebagian Daerah Asia Tenggara”, dalam Pertemuan Arkeologi V. Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Tudjimah. 1997. Syekh Yusuf Makassar, Riwayat dan Ajarannya. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

How to Cite

Rosmawati, nfn. KANDUNGAN DAN MAKNA INSKRIPSI PADA KOMPLEKS MAKAM KUNO KATANGKA. WALENNAE: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 10(2), 44–61. https://doi.org/10.24832/wln.v10i2.191

Issue

Section

Articles