PENGARUH RELIGI DAN LINGKUNGAN TERHADAP POLA PERMUKIMAN MASYARAKAT KAJANG, SULAWESI SELATAN

Authors

  • Nani Somba Balai Arkeologi Sulawesi Selatan
DOI     10.24832/wln.v10i2.196

Keywords:

Serpih, Megalitik, Tipologi, Teknologi, dan Tinco

Abstract

Pola permukiman dapat memberikan gambaran mengenai ide dasar yang sangat terkait dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat, misalnya religi, pertanian, transportasi, perdagangan dan sebagainya. Tradisi dan budaya di daerah Kajang, kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan juga tampak dari berbagai aktifitas religi dan bentuk pola permukiman masih kental dengan aturan adat yang berlaku dalam masyarakat Kajang. Melihat kondisi wilayah tersebut, maka timbul pertanyaan mengenai bagaimanakah kehidupan masyarakat Kajang di dalam kawasan adat yang masih memegang teguh adat dan tradisi leluhurnya. Tujuan penelitian ini untuk dapat merekonstruksi cara hidup manusia dan dapat ikut melestarikan warisan budaya agar tidak punah. Metode yang dilakukan yaitu melakukan penjaringan dan pengolahan data lapangan melalui tahap pengumpulan data, pengolahan dan analisis data serta eksplanasi. Hasil yang diperoleh bahwa kehidupan masyarakat adat Tanatoa merupakan salah satu cermin kehidupan masa lalu yang masih berlangsung sampai sekarang. Selain itu, pola permukiman di Kajang merupakan pola permukiman yang mengelompok, yang didasarkan pada alasan praktis dan dalam berinteraksi lebih mudah. Hal ini menunjukkan adanya rasa kebersamaan dan persatuan yang sangat kuat di dalam kehidupan masyarakat Kajang.

References

Aminah, Sitti. 1984. “Nilai-Nilai Luhur Budaya Spiritual Masyarakat Kajang Ammatowa”. Ujungpandang: Kanwil Depdikbud, Sulawesi Selatan.

Anonim. 1994. “Penelitian Etoarkeologi di Kajang, Kabupaten Bulukumba, Propinsi Sulawesi Selatan. Ujungpandang: Balai Arkeologi Ujungpandang (belum terbit).

Drajat, Hari Untoro. 2001. “Penelitian Arkeologi dalam Proses Pengelolaan Warisan Budaya pada Era Otonomi Daerah”, dalam Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi. Kaliurang, Yogyakarta 18-21 September 2001. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Koentjaraningrat, dkk., 1993. Masyarakat Terasing di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mundardjito, 1981. “Etnoarkeologi: Peranannya dalam Pengembangan Arkeologi di Indonesia”, dalam Majalah Arkeologi, Th. IV, No 1-2. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Muttalib, Abdul. 1988. “Arti Positif Sikap Isolasi Masyarakat Kajang”, Makalah Temu Budaya Sulawesi Selatan.

Rangkuti, Nurhadi. 1987. “Pola Pemukiman Masyarakat Baduy, Banten Selatan” , dalam Amerta, No. 10. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Tanudirdjo, Daud Aris. 1987. “Penerapan Etnoarkeologi di Indonesia”, Laporan Penelitian. Yogyakarta: Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada.

How to Cite

Somba, N. PENGARUH RELIGI DAN LINGKUNGAN TERHADAP POLA PERMUKIMAN MASYARAKAT KAJANG, SULAWESI SELATAN. WALENNAE: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 10(2), 108–130. https://doi.org/10.24832/wln.v10i2.196

Issue

Section

Articles