FENOMENA AKULTURASI DAN SINKRETISME DALAM PERSPEKTIF ARKEOLOGI: RAGAM HIAS DI KOMPLEKS MAKAM BATALIUNG JENEPONTO, SULAWESI SELATAN

Authors

  • Erwin Mansyur Pusat Kajian Arkeologi untuk Masyarakat (PKAuM)
DOI     10.24832/wln.v14i1.40

Abstract

Peninggalan budaya tangible berupa bangunan makam, masjid, keraton, maupun peninggalan yangbersifat intangible seperti adat istiadat dan kesenian, menjadi bagian dari akulturasi budaya Islamdenganbudaya lokal. Peninggalan budaya Islam terkait juga dengan aspek religi dalam bentuk sinkretisme. Salahsatu peninggalan budaya Islam yang paling menonjol di Sulawesi Selatan adalah bangunan makam diKompleks Makam Bataliung dari Kerajaan Binamu di Kabupaten Jeneponto. Makam ini diteliti karenamemilki ragam hias yang cukup bervariasi dan menonjol dibandingkan dengan makam-makam lainnyayang ada di Sulawesi Selatan, baik dari ragam hias arsitektural maupun dekoratif. Penelitian inimenggunakan metode analisis stylistic atribute yang menekankan pada dua aspek yaitu ragam hiasdekoratif dan ragam hias arsitektural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk ragam hiasarsitektural berupa varian jirat, gunungan dan nisan makam. Adapun ragam hias dekoratif yang ditemukan berupa ragam hias flora, fauna, antropomorfik, geometris, benda teknologis, benda alam dan kaligrafi daninskripsi.

References

Ambary, Hasan Muarif. 1998. Menemukan Peradaban Arkeologi dan Islam Nusantara. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Annawawi, Imam Muhyiddin. 2005 M/1426 H. Shohih Muslim Bisyahi. Jilid IV. Libanon: Darull Maarifaat

Assuyuti, Jalaluddin. 1994 M/1414 H. Sunan An-Nasai’ Syara. Jilid III dan IV. Libanon: Darull Maarifaat.

Hamzuri. 2000. Warisan Tradisional Itu Indah dan Unik. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Kebudayaan dan Direktorat Permuseuman.

Hartanto, Johanes Raymond. 2012. “Wujud Sinkretisme Religi Aluk Todolo dengan Agama Kristen Protestan”. Jurnal Online Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha Lorens. Diakses 6 Agustus 2013.

Kadir, Hikmawati. 1992. “Ragam Hias Waruga Pada Situs Sawangan di Kabupaten Minahasa”.

Skripsi. Ujung Pandang: Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.

Makin, Nurul H. 1995 M/1418 H. Kapita Selekta Kaligrafi Islam. Jakarta: P.T Pustaka Panjimas.

Mallabasa, Yabu. 2002. “Bangunan Makam Kuno Raja-Raja Makassar Di Sulawesi Selatan: Suatu Kajian Morfologis Dan Simbolik-Estetis”. Tesis. Bandung: Fakultas Seni dan Disain Institut Teknologi Bandung.

Mattulada.1985. Latoa: Suatu Lukisan Analisis Terhadap Antropologi Politik Orang Bugis). Gadjah Madah University Press: Yogyakarta.

Prasetyo et al. 2004. Religi Pada Masyarakat Prasejarah di Indonesia. Jakarta: Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Proyek Penelitian dan Pengembangan Arkeologi.

Rosmawati. 2013. “Perkembangan Tamadun Islam di Sulawesi Selatan, Indonesia Dari Persfektif Arkeologi dan Sejarah”. Disertasi Doktor Falsafah. Malaysia: Universiti Sains Malaysia.

Situmorang, Oloan. 1993. Seni Rupa Islam, Pertumbuhan dan Kembangnya. Bandung: Ankasa.

Soetrisno. 1957. Catatan Sejarah Seni Rupa Islam. Jogjakarta: Asri.

Sonjaya, A. Jajang. 2008. Melacak Batu Menguak Mitos. Yogyakarta: Kanisius.

Suhirman, Gatot. 2009. “Memahami Pluralisme Agama: Sebuah Telaah Wacana”. Jurnal Online

Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Diakses 20 Mei 2013.

Fenomena Akulturasi Dan Sinkretisme Dalam Perspektif Arkeologi: ….,

Sunaryo, Aryo. 2009. Ornamen Nusantara: Kajian Khusus Tentang Ornamen Indeonesia. Semarang: Dahara Prize. Sutiyono. 2010. Benturan Budaya Islam, Puritan dan Sinkretisme. Jakarta: Kompas.

Thosibo, Anwar. 2005. “Mengungkap Makna Ornamen Toraja Pada Arsitektur Tradisional

Tonkonan Dengan Bahasa Visual”. Disertasi Doktor. Bandung: Program Pascasarjana Institut Teknologi Bandung.

Utomo, Danang Wahyu. 2000. “Pengaruh Tradisi dan Simbol Megalitik Pada Makam Kuna Islam di Sulawesi Selatan”. Walannae No. 5/III.

Wiradyana, Ketut. 2010. “Fungsi Magis Alat Reproduksi Manusia dalam Binary Opposition dan

Simbol”. Sangkakala. Jurnal Balai Arkeologi Medan.

Wiryani, Ray. 1983. Ragam Hias Arsitektur Tradisional Bali: Suatu Tinjauan Arkeologi. Pertemuan Ilmiah Arkeologi III. Jakarta: Proyek Penelitian Purbakala Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

How to Cite

Mansyur, E. (1). FENOMENA AKULTURASI DAN SINKRETISME DALAM PERSPEKTIF ARKEOLOGI: RAGAM HIAS DI KOMPLEKS MAKAM BATALIUNG JENEPONTO, SULAWESI SELATAN. WALENNAE: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 14(1), 45-62. https://doi.org/10.24832/wln.v14i1.40

Issue

Section

Articles