IDENTIFYING OLD JAVANESE HINDU LEGACY AT MENARA KUDUS OF CENTRAL JAVA

Authors

  • Moh Rosyid Holy State Islamic Institute, Central Java
DOI     10.24832/wln.v19i1.432

Keywords:

Identification, Culture Heritage, City Heritage

Abstract

Tujuan ditulisnya artikel ini untuk mengidentifikasi jejak Hindu Kuno di Kawasan Menara Kudus Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah deskriptif analitik yakni cara mendeskripsikan dan menganalisa data berupa bangunan kuno berupa Menara Masjid Al-Aqsha, Makara/Kalla, dan dua gapura (kori) di Masjid al-Aqsha. Riset ini mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasi data berdasarkan observasi danliteratur. Hasilnya,kondisi benda cagar budaya yang menyerupai peninggalan Hindu di Kawasan Menara Kudus(1) Menara hasil renovasi erakolonial tahun 1880, 1913, 1933, dan oleh BPCB Jawa Tengah tahun 1980, 2011, 2013, dan 2014.Kondisinya kini tidak lagi asli karya masa lalu tapi bentuknya tetap utuh, 80 persen hasil renovasi BPCB Jawa Tengah akibat Menara mengalami kerusakan diterpa hujan, cuaca/iklim/angin, dan getaran akibat pengguna jalan di depan Menara yakni mobil dan sepeda motor.Rekomendasi BPCB Jawa Tengah sejak tahun 2018 mobil umum dilarang melintas jalan di depan Menara oleh Pemda Kudus hingga kini, (2) dua gapura (kori) di serambi dan di dalam Masjid Menara Kudus kondisinya baik dan utuh, dan (3) kala/makara posisinya ada di tempat wudlu.Untuk merawat kesinambungan Kawasan Kauman Menara Kudus agar lestari, Pemda Kudus perlu mencanangkannya sebagai kota pusaka.

 

This article identifying the Kuno Hindu Trail in Region Kudus Minaret Central Java. This research data were descriptive analysis a by interview, participatory observation, and literature review. Data collection was analyzed using a qualitative descriptive approach. Data collection was observationand literature. Research result, condition culture reserve relic Hindu in Kudus Minaret (1) minaret, renovation colonial era in the year of 1880, 1913, 1933 and BPCB Central Java 0f 1980, 2911, 2013, and 2014. The condition is now not original after renovation although the shape is still intact. The minaret is damaged because get rained on, weather, vibration due to the car. The recomanded BPCB until 2018 the car prohibited from passing in front of minaret, (2) two gate (kori) in the masque al-Aqsha good condition and intact, (3) kala/makara in ablution place. To preserve holy government Kudus need to schedule the city heritage.

References

Argarini, M. (2015). Persepsi Masyarakat Kudus terhadap Simbol Visual pada Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus. UNS Surakarta.

BPCB, Jawa Tengah. (2017). Jawa Tengah sebuah Potret Warisan Budaya. BPCB Jateng.

Falah, R., Ngemron, M., & Moordiningsih. (2017). Motivasi dan Nilai Hidup Masyarakat Kauman dalam Melakukan Ritual Adat Buka Luwur di Makam Sunan Kudus. Indegenous Jurnal Ilmiah Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Fathurohman, E., Irfai, A. I., & Setiawan, D. (2017). Makna dan Nilai Buka Luwur Sunan Kudus (Sumbangan Pemikiran Mewujudkan Visi Kampus Kebudayaan). Kredo Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra Universitas Muria Kudus, 1(1).

Harjiyatni, F. R., & Raharja, S. (2012). Perlindungan Hukum BCB terhadap Ancaman Kerusakan di Yogyakarta. Jurnal Mimbar Hukum, 24(2).

Khotimah, N. (2018). Enkulturasi Nilai-Nilai Kesejarahan Sunan Kudus pada Masyarakat di Daerah Kudus Kulon. Historia Pedagogia Jurnal Penelitian Dan Inovasi Pendidikan Sejarah Unnes Semarang, 7(2).

Pasaribu, Y. A. (2018). Kampanye Kesadaran Masyarakat Mengenai Pelestarian Cagar Budaya Berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2010. Majalah Arkeologi Kalpataru, 27(1). https://doi.org/10.24832/kpt.v27i1.332

Prasetyo, B. (2018). Efektifitas Pelestarian Cagar Budaya dalam UU No 11 Tahun 2010. Jurnal Legislasi Indonesia, 15(1)

Rokhman, M. N. (2014). Perpaduan Budaya Lokal, Hindu Buddha, dan Islam di Indonesia. Diktat Prodi Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Pendidikan Sejarah. FIS UNY.

Rosyid, M. (2018). Kawasan Kauman Menara Kudus sebagai Benda Cagar Budaya Islam: Catatan terhadap Kebijakan Pemerintah. Jurnal Purbawidya, 7(1)

Rosyid, M. (2019). Mempertahankan Tradisi: Studi Budaya di Kampung Kauman Menara Kudus. Jurnal Patanjala, 11(2).

Salam, S. (1986). Ja’far Shadiq Sunan Kudus. Kudus: Menara Kudus.

Soekmono. (1973). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.

Supani, D. S. (2009). Benda Cagar Budaya Peninggalan Sejarah dan Purbakala Kabupaten Kudus. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus.

Syafii, & Supatmo. (2019). Ornamen Kala Candi Gedongsongo dan Dieng: Studi Komparatif Jenis, Bentuk, dan Struktur. Jurnal Imajinasi Unnes, 13(1).

Trisnayanti, C. (2015). Studi Bentuk dan Makna Relief Candi Sojiwan. Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta.

Usman, M. (1998). Candi sebagai Warisan dan Budaya Indonesia. Yogyakarta: Yayasan Cempaka Kencana.

Zuhroh, M. (2018). Masjid Menara Kudus Ekspresi Multikulturalisme Sunan Kudus Studi Kasus Kehidupan Toleransi Masyarakat Kudus. UIN Jakarta.

Published

2021-06-25

How to Cite

Moh Rosyid. (2021). IDENTIFYING OLD JAVANESE HINDU LEGACY AT MENARA KUDUS OF CENTRAL JAVA. WALENNAE: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 19(1), 23–32. https://doi.org/10.24832/wln.v19i1.432

Issue

Section

Articles