GEOLOGY AND THE SOURCE ROCK MATERIAL OF SIRIH TEMPLE SITE, SUKOHARJO DISTRICT, CENTRAL JAVA PROVINCE

Authors

  • Fadhlan Syuaib Intan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
DOI     10.24832/wln.v19i1.436

Keywords:

Geology, Sukoharjo, Hindu Temples, Rock Sources

Abstract

Candi Sirih merupakan tinggalan budaya dari masa Hindu-Buddha, yang masih cukup lengkap yang terbuat dari batuan tufa, sehingga dianggap sebagai candi yang tidak umum di Pulau Jawa karena menggunakan batuan yang bukan andesit. Hal inilah yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini, yang mencakup bahan batuan candi dan kondisi geologi secara umum. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah pemetaan geologi untuk mengetahui gambaran keadaan lingkungan alam yang mencakup morfologi, litologi, struktur geologi, dan menentukan lokasi pengambilan sumber bahan batuan untuk pembangunan candi. Metode penelitian diawali dengan kajian pustaka, survei, dan dilanjutkan dengan analisis petrologi, dan interpretasi data. Hasil pengamatan lingkungan memberikan informasi tentang bentang alam yang termasuk pada satuan morfologi dataran, dan satuan morfologi bergelombang lemah. Pola pengeringan permukaan dendritik, radial, dan rektangular, stadia sungai dewasa-tua, dan sungai periodik/permanen. Batuan penyusun adalah aluvial, dan satuan batuan tufa serta struktur geologi berupa sesar normal. Penentuan lokasi bahan batuan tufa (kasar. halus, berlapis) dan serpih untuk pembangungan Candi Sirih berasal dari lingkungan sekitarnya dalam radius 3,5 kilometer bujursangkar.

 

Sirih Temple is a cultural heritage from the Hindu-Buddhist era, which is still quite complete, made of tufa rock, so it is considered an unusual temple in Java because it uses non-andesite rocks. This is the main problem in this study, which includes the material of the temple rock and geological conditions in general. The purpose and objective of this research is geological mapping to determine the description of the state of the natural environment which includes morphology, lithology, geological structure, and determining the location of the source of rock material for the construction of the temple. The research method begins with a literature review, survey, and is followed by petrological analysis and data interpretation. The results of environmental observations provide information about the landscape that is included in the morphological units of the plains, and the weak wavy morphological units. Drying patterns of dendritic, radial, and rectangular surfaces, mature-old river stage, and periodic/permanent river. The constituent rocks are alluvial, and the tuff rock units and the geological structure are normal faults. The location of the tuff (coarse, fine, layered) and shale materials for the Sirih Temple construction came from the surrounding environment in a radius of 3.5 square kilometers.

References

Billings, P. Marland. 1954. Structural geology. 2nd ed. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall. 514p.

Bemmelen, R.W. van. 1949. The Geology of Indonesia. Volume 1A. Martinus Nijhoff, The Hague. 732p

BPS, 2020. Kabupaten Sukoharjo Dalam Angka 2020. Diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukoharjo. https://sukoharjokab.bps.go.id

Daniel, 2011 Geologi Dan Studi Lingkungan Pengendapan Satuan Batupasir Formasi Semilir Daerah Patuk, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul,Provinsi D.I.Yogyakarta. Skripsi, Yogyakarta: Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional Veteran. Tidak Terbit; 146h.

Desaunettes J.R. 1977. “Catalogue of Landforms for Indonesia": Examples of a Physiographic Approach to Land Evaluation for Agricultural Development.” Unpublished. Bogor: Trust Fund of the Government of Indonesia Food and Agriculture Organization. https://lib.ugent.be/catalog/rug01:000228383

Huang, Ta Walter. 1962. Petrology. New York: McGraw-Hill Book Company. 480p.

Intan S. Fadhlan M. 2019. Geologi Situs Candi Sirih, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Bagian Laporan Penelitian penelitian Karakter Arsitektur, Lingkungan, Dan Sejarah Candi Sirih. Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta

Jarvis, A., H.I. Reuter, A. Nelson, dan E. Guevara. 2008. Hole-filled seamless SRTM data V4. Center for Tropical Agliculture (CIAT), available from http://srtm.csi.cgiar.org.

Lobeck, Armin Kohl 1939. Geomorphology, An Introduction To The Study of Landscape. Mc Graw Hill Book Company Inc, New York and London. 731 p. https://www.coursehero.com/file/p7gsqst/AK-Lobeck-1939-Geomorphology-an-introduction-to-the-study-of-landscape-McGraw/

Mulyaningsih S., Husadani Y.T., Umboro, P.A., Sanyoto S., Purnamawati D.I., 2011 Aktivitas Vulkanisme Eksplosif Penghasil Formasi Semilir Bagian Bawah Di Daerah Jetis Imogiri. Jurnal Teknologi Technoscientia, Vol.4, No.1 Agustus 2011. Hal.64-78. LPPM Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Mulyaningsih S., 2016 Volcanostratigraphic Sequences of Kebo-Butak Formation at Bayat Geological Field Complex, Central Java Province and Yogyakarta Special Province, Indonesia. Indonesian Journal on Geoscience. Vol.3 No.2 August 2017, Hal.77-94. Ministry of Energy and Mineral Resources

Prasetyadi, Carolus, 2007. Evolusi Tektonik Paleogen Jawa Bagian Timur, Tidak dipublikasikan, Disertasi, Bandung: Departemen Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung. Tidak terbit; 323h.

Pratyadi C., Ign. Sudarno, Vb. Indranadi, Surono 2011. Pola Dan Genesa Struktur Geologi Pengunungan Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta Dan Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Sumber Daya Geologi Vol.21 No.2, April 2011. Hal. 91-72. Bandung: Pusat Survei Geologi.

Ragan, M., Donal. 2009. Structural Geology, An Introduction To Geometrical Techniques. fourth edition. John Wiley And Sons Inc., New York, 602p.

Subagio, 2018 Struktur Geologi Bawah Permukaan Pegunungan Selatan Jawa Barat Ditafsir dari Anomali Bouguer. Jurnal Geologi dan Sumber Daya Mineral. Vol.19 No.4, November 2018. Hal. 187-200. Bandung: Pusat Survei Geologi.

Surono, B. Toha, I. Sudarno 1992. Peta Geologi Lembar Surakarta-Giritontro, Jawa, Skala 1:100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Surono, 2008 Sedimentasi Formasi Semilir Di Desa Sendang, Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Jurnal Sumber Daya Geologi Vol.XVIII No.1, Februari 2008. Hal. 28-41. Bandung: Pusat Survei Geologi.

Surono, 2009 Litostratigrafi Pegunungan Selatan Bagian Timur Daerah Istimewa Yogyakarta Dan Jawa Tengah. Jurnal Sumber Daya Geologi Vol.19 No.3, Juni 2009. Hal. 209-221. Bandung: Pusat Survei Geologi.

Thornbury, David William 1969. Principle of Geomorphology. 2nd ed. New York, London, John Wiley And Sons, inc. 594p

Tjahyono Daru Baskoro, TM Rita Istari 2018. “Laporan Penelitian Arkeologi dalam Kegiatan Studi Kelayakan Candi Sirih”. Laporan Penelitian Arkeologi. Hal. 1-21. Kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo dengan Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Todd David Keith 1980. Groundwater Hidrology. John Wiley & Sons Inc, New York. 560p.

Triana, Karlina, 2013 Geologi Regional Pengunungan Selatan, Jawa Tengah. Laporan Studi Lapangan, Hal.1-27. Program Studi S-2 Teknik Geologi. Program Pascasarjana Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada.

Published

2021-06-25

How to Cite

Intan, F. S. (2021). GEOLOGY AND THE SOURCE ROCK MATERIAL OF SIRIH TEMPLE SITE, SUKOHARJO DISTRICT, CENTRAL JAVA PROVINCE. WALENNAE: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 19(1), 33–46. https://doi.org/10.24832/wln.v19i1.436

Issue

Section

Articles