THE PROBLEMS OF WORLD WAR II SHIPWRECKS IN INDONESIAN WATERS

Authors

  • Dwi Kurnia Sandy Alumnus of the Department of Archeology, Gadjah Mada University
  • Salma Fitri Kusumastuti Alumnus of the Department of Archeology, Gadjah Mada University
  • Ade Wulan Fitriana Students of the Faculty of Law, Gadjah Mada University
  • Fatom Ahmad Students of the Department of Archeology, Gadjah Mada University
DOI     10.24832/wln.v20i1.495

Keywords:

Looting, Shipwreck, Underwater Cultural Heritage, World War II

Abstract

Indonesia has various kinds of underwater archaeology remains as well as from the outbreak of World War II. Most of them are shipwreck, and also several aircraft and tanks of Japan and the allies. The remains now left us some problems such as unclear regulation, the difference of inventory and database, many research which do not continue to the application, and excessive attention to the shipwreck than the other remains. The problems mentioned above, are chosen by the writers regarding the investigation news about the missing of World War II shipwrecks in the Java Sea reported by the online platform, Tirto.id. From that case, we try to find more resources from books, journals, news, and government regulations, then discuss them from the point of view of archaeology. We realized that these problems are not the responsibility of one institution only. Some of the suggestions mentioned in this paper, and we hope the sustainability of World War II underwater remains in Indonesia will be still safe.

 

 

Indonesia memiliki tinggalan arkeologi bawah air dan diantaranya berasal dari sisa-sisa Perang Dunia II. Sebagian besar temuan berupa kapal, baik milik Jepang maupun sekutu. Sisanya ditemukan pula bangkai pesawat dan juga tank. Saat ini, adanya tinggalan di bawah air tersebut tidak luput dari berbagai permasalahan. Masalah-masalah yang masih melekat pada tinggalan ini diantaranya peraturan yang saling tumpang tindih, perbedaan data inventarisasi shipwreck, penelitian yang tidak berlanjut pada pemanfaatan, dan beragamnya tinggalan bawah air Indonesia, namun baru shipwreck yang menjadi perhatian. Pembahasan beberapa masalah ini didasari oleh keresahan penulis atas hilangnya beberapa bangkai kapal tinggalan Perang Dunia II di Laut Jawa. Dari kasus tersebut penulis mengumpulkan berbagai data pustaka terkait, baik cetak maupun elektronik dan membahasnya dari sudut pandang arkeologi. Penulis menyadari bahwa keadaan ini bukan hanya tanggungjawab satu instansi semata. Beberapa saran juga kami cantumkan melalui tulisan ini dengan harapan keberadaan tinggalan dari masa Perang Dunia II di Indonesia dapat lestari dan tidak lagi jatuh ke tangan yang salah.

References

Adhityatama, S. (2014). Survei Situs Peninggalan Perang Dunia II, Kapal Karam HMAS Perth Pulau Panjang, Banten. Varuna Jurnal Arkeologi Bawah Air, 8, 75–93.

Aprilia, E. (2015). Pengaturan Hukum Internasional Mengenai Status Kepemilikan Atas Penemuan Harta Karun di Wilayah Perairan Internasional [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara.

Ariyanto, Y. B. (2012). Himpunan Data Cagar Budaya Bawah Air Indonesia. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.

Ayu, K. (2019). Potensi Cagar Budaya Bawah Air di Desa Wawama Morotai. Indonesiana Platform Kebudayaan. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbmalut/potensi-cagar-budaya-bawah-air-di-situs-wawama-morotai/

Burhantsani, Muhammad, Sigit, Riyanto, Harry, Jaka, H., Triyana, Lindayanti, Sulistiawati, Endang, Purwantiningsih, Agustina, & Merdekawati. (2013). Hukum Internasional. Dalam Pengantar Hukum Indonesia. Fakultas Hukum, UGM.

FAQ Barang Muatan Kapal Tenggelam. (2019, Mei). Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut. https://kkp.go.id/djprl/artikel/10667-faq-barang-muatan-kapal-tenggelam

Flecker, M. (2017). Legislation on Underwater Cultural Heritage in Southeast Asia: Evolution and Outcomes. Mainland Press.

Green, J. N. (2004). Maritime Archaeology: A Technical Handbook (2nd ed). Elsevier/Academic Press.

Hadiyanta, Ign. E. (2017). Dinamika Pelestarian Cagar Budaya. Ombak.

Hanifan, A. F. (2018). Misteri Raibnya Bangkai Kapal Perang Belanda di Laut Jawa. https://tirto.id/misteri-raibnya-bangkai-kapal-perang-belanda-di-laut-jawa-cDph

Holmes, O. (2016). Mystery As Wrecks of Three Dutch WWII Ships Vanish from Java Seabed. https://www.theguardian.com/world/2016/nov/16/three-dutch-second-world-war-shipwrecks-vanish-java-sea-indonesia

Java-Class Cruisers. (t.t.). Royal Netherlands Navy Warships of World War II. Diambil 23 September 2019, dari https://netherlandsnavy.nl/Javacl.htm

Jefferey, B. (2012). The future of Chuuk Lagoon’s submerged WW II sites. Bulletin of the Australasian Institute for Maritime Archaeology, 36, 15–30.

Kurniawan, J. (2014). Evaluasi Pengelolaan Benda Muatan Kapal yang Tenggelam di Jepara [Thesis Master]. Universitas Gadjah Mada.

Lemke, A. (2020). Submerged prehistory and anthropological archaeology: Do underwater studies contribute to theory? The Journal of Island and Coastal Archaeology, 1–22. https://doi.org/10.1080/15564894.2020.1782540

Lettens, J. (2019). HNLMS De Ruyter [+1942]. Wreck Site. https://wrecksite.eu/wreck.aspx?138125

Manders, M. R., de Hoop, R. W., Adhityatama, S., Bismoko, D. S., Syofiadisna, P., & Haryanto, D. (2021). Battle of the Java Sea: One Event, Multiple Sites, Values and Views. Journal of Maritime Archaeology. https://doi.org/10.1007/s11457-020-09287-5

Permen KKP Republik Indonesia Selaku Ketua Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam Nomor 4/Permen-KP, (2016).

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.06, Tentang Tata Cara Penetapan Status Penggunaan dan Penjualan Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam (2009).

Permen Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 38, (2018).

Mochtar, A. S. (2016). In-situ Preservation Sebagai Strategi Pengelolaan Peninggalan Arkeologi Bawah Air Indonesia. KALPATARU, 25(1), 53. https://doi.org/10.24832/kpt.v25i1.83

Morotai Wreck. (2018). Indonesia Dive Directory. https://www.indonesiadivedirectory.com/en/dive-areas/morotai/morotai-wreck

Muckelroy, K. (1978). Maritime Archaeology. Cambridge Univ. Press.

Naval History & Heritage Command (U.S.) (Ed.). (2017). The Java Sea campaign (75th anniversary edition). Naval History and Heritage Command, U.S. Navy.

Nilai Harta Karun Bawah Laut Indonesia Rp127,6 Triliun. (2021, Maret). CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210304134313-92-613678/nilai-harta-karun-bawah-laut-indonesia-rp1276-triliun

Noerwidi, S. (2007). Pemberdayaan Masyarakat pada Pelestarian Situs Bangkai Kapal USS Liberty, Tulamben, Bali. Berkala Arkeologi, XXVII(1), 107–126.

Undang-Undang RI Nomor 17, Tentang Pengesahan United Nations Convention on the Law of the Sea (1985).

Undang-Undang RI Nomor 34, Tentang TNI (2004).

Keputusan Presiden RI Nomor 19, (2007).

Undang-Undang RI Nomor 17, Tentang Pelayaran (2008).

Undang-Undang RI Nomor 11, Tentang Cagar Budaya (2010).

Pretylia, V. (2017). Tinjauan Hukum Pelelangan Benda Berharga Muatan Kapal Tenggelam (BMKT). University of Bengkulu Law Journal (UBELAJ), 2(2), 165–184.

Putra, H. (2019). What We Have Lost From What Have Been Done: Ethical Problems of the Salvaged Shipwreck Cargoes in Indonesia. Berkala Arkeologi, 39(2), 221–234. https://doi.org/10.30883/jba.v39i2.464

Rachmana, M. (2014). Konsepsi Pengaturan Mengenai Kepemilikan Atas Kapal Karam Bersejarah (Historic Shipwrecks) Berdasarkan Hukum Internasional [Skripsi]. Universitas Indonesia.

Rahardjo, S. (2009). Prospek dan Tantangan Arkeologi Maritim di Indonesia. Buletin Arkeologi Amoghapasa, 13(XV), 6–10.

Reinnamah, D. G. (2017, Mei 31). Pesona Menyelam di Pantai Gapang [Blog]. Daily Voyagers. https://dailyvoyagers.com/blog/2017/05/31/pantai-gapang/

Ridwan, N. N. H. (2014). Kasus Pengangkatan Ilegal Peninggalan Bawah Air di Perairan Mentawai Tahun 2010-2012. Varuna Jurnal Arkeologi Bawah Air, 8, 126–145.

Ridwan, N. N. H. (2019). Vulnerability of Shipwreck Sites in Indonesian Waters. Current Science, 117(10), 1623. https://doi.org/10.18520/cs/v117/i10/1623-1628

Ristiyani, I. (2018). Strategi Pengembangan Kompetensi Pemandu Wisata Selam di Karimunjawa Jawa Tengah [Thesis Master]. Universitas Gadjah Mada.

Ship. (2021). Pacific Wrecks. https://pacificwrecks.com/ships/index.html

Sugiharto, B. (2020, Agustus). Keadaban Baru. Kompas.

Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan KEP.56/DJ-PSDKP, (2011).

United Nation Convention on the Law of the Sea, (1982).

UNESCO Convention on the Protection of the Underwater Cultural Heritage, (2001).

United States Navy Losses World War II. (2003). NavSource Naval History Photographic History of United States Navy. http://navsource.org/

Published

2022-06-30

How to Cite

Sandy, D. K., Kusumastuti, S. F., Fitriana, A. W., & Fatom Ahmad. (2022). THE PROBLEMS OF WORLD WAR II SHIPWRECKS IN INDONESIAN WATERS. WALENNAE: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 20(1), 37–54. https://doi.org/10.24832/wln.v20i1.495

Issue

Section

Articles